Showing posts with label pengusaha. Show all posts
Showing posts with label pengusaha. Show all posts

17 December, 2015

Hary Tanoesoedibjo, Pengusaha Multimedia Tersukses Di Indonesia

Hary Tanoesoedibjo adalah salah satu pengusaha bisnis multimedia tersukses di Indonesia. Beliau merupakan pemilik MNC Group yang menaungi beberapa stasiun televisi seperti RCTI, Global TV, MNC TV serta koran SINDO dan Okezone.com. Ia merupakan salah satu pengusaha yang masuk dalam jajaran orang terkaya di Indonesia.

Hary Tanoesoedibjo, Pengusaha

Mengenal Hary Tanoesoedibjo

Hary Tanoesoedibjo lahir di Surabaya pada 26 September 1965. Ayahnya Ahmad Tanoesoedibjo adalah seorang pengusaha sukses. Dari sang ayah lah dirinya mendapatkan motivasi bisnis hingga menjadi orang besar saat ini. 

Ia merupakan lulusan Carleton University, Ottawa Kanada dengan gelar Master of Business Administration. Semasa kuliah, ia memang dikenal pandai, terbukti ia hanya perlu satu tahun untuk menyelesaikan studi master nya.

Karir Hary Tanoesoedibjo

Karir Harry Tanoesoedibjo bermula dari perusahaan yang didirikannya pada 1989 yaitu PT. Bhakti Investama, Tbk atau yang lebih dikenal dengan MNC, Tbk. Salah satu perusahaan yang berhasil diakuisisinya yakni PT. Bimantara Citra Tbk yang sebelumnya dimiliki oleh Bambang Trihatmojo (anak mantan presiden Soeharto). Dan dimulai dari sinilah karir sang pengusaha multimedia ini mulai tumbuh dan berkembang.

Setelah berhasil mengakuisisi, kemudian MNC TV terus meluaskan jaringan perusahaannya dengan berhasil mengakuisisi beberapa stasiun televisi yaitu RCTI, Global TV dan TPI (kini MNC TV). Tak hanya itu, bisnis Hary Tanoesoedibjo juga telah merambah sampai ke bisnis media cetak. Tercatat ia merupakan pemilik dari Koran Seputar Indonesia, Majalah Ekonomi Trust dan Tabloid Genie. Sedangkan dalam dunia penyiaran, ia merupakan pemilik stasiun radio Trijaya FM serta perusahaan penyedia layanan TV kabel satelit Indovision.

Berkat bisnis multimedia nya yang menggurita, beliau pernah tercatat sebagai orang terkaya ke-22 di Indonesia versi majalah Forbes dengan nilai total kekayaan mencapai US $ 1,35 miliar.

Hary Tanoesoedibjo Di Dunia Politik

Setelah mantap di dunia bisnis, pada 2011 ia kemudian mencoba terjun ke dunia politik dengan bergabung di partai Nasional Demokrat (NasDem). Namun pada tahun 2013, Harry memutuskan keluar dari partai Nasdem karena sudah tak sepaham lagi dengan sang pendiri partai, Surya Paloh.

Kemudian ia mendirikan Perindo, yakni organisasi yang anggotanya terdiri dari beberapa mantan pengurus Nasdem yang memang tak sepaham juga dengan kebijakan partai tersebut. Tak lama dia pun kemudian mendapatkan pinangan sebagai calon wakil presiden usungan partai Hanura yang dimotori oleh Wiranto. Bersama calon presiden Wiranto, kala itu Wiranto-Hary Tanoesoedibjo menyatakan siap maju sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pemilu 2014.

Namun peruntungannya dalam dunia politik saat itu belum berpihak kepadanya. Ia gagal maju menjadi calon wakil presiden dikarenakan partai Hanura tidak mencukupi dukungan dan memilih bergabung dengan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) mengusung Jokowi-JK sebagai calon presiden dan wakil presiden.

Kini setelah gagal maju menjadi calon wakil presiden, ia memutuskan mendeklarasikan Perindo sebagai partai politik yang siap maju ke pemilu berikutnya pada tahun 2019. Kini dirinya sibuk membangun partai Perindo serta membangun kerajaan bisnis multimedia nya bersama MNC GROUP.

Profil Surya Paloh, Pengusaha Sukses di Bisnis Media Massa

Surya Paloh adalah seorang pengusaha pers sukses. Ia merupakan pemilik Media Group yang menaungi beberapa media cetak dan televisi seperti Metro TV, Media Indonesia dan Lampung Post.

Profil Surya Paloh
Profil Surya Paloh

Pendidikan dan Organisasi Surya Paloh

Surya Paloh lahir di Banda Aceh, 16 Juli 1961 dengan nama lengkap Surya Dharma Paloh. Ayah dan ibunya bernama Daud Paloh dan Nursiah Paloh. Semasa kecil ia tinggal di Pematang Siantar, Sumatera Utara. Saat sekolah, ia sudah mengenal bisnis dengan menjual karung goni, teh dan ikan asin. 

Surya remaja kuliah di Universitas Sumatera Utara dengan mengambil jurusan fasilitas hukum. Selain itu, ia juga berkuliah di Universitas Islam Sumatera Utara mengambil jurusan fakultas sosial. Semasa kuliah, ia aktif berorganisasi dengan aktif terlibat menentang kebijakan-kebijakan di masa orde lama.

Surya kemudian terpilih menjadi pimpinan di Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI). Setelah KAPPI bubar, ia menjadi ketua umum Organisasi Putra-Putri ABRI (PP-ABRI) Sumatera Utara.

Awal Surya Paloh Menekuni Bisnis, Pers dan Politik

Sadar bahwa berorganisasi dan berpolitik memerlukan biaya, Surya pun kemudian mulai menekuni bisnis. Ia lantas membuka usaha karoseri dan menjadi sales penjual mobil di Medan. Kemudian ia membuka usaha catering Jasa Boga, yang kini telah sukses menjadi salah satu perusahaan catering terbesar di Indonesia. 

Kemudian ia mendirikan surat kabar media cetak harian yang dinamakan Prioritas. Surat kabarnya ini sangat diminati pembaca dan laku keras. Namun kejayaan surat kabarnya tak berlangsung lama sebab pemerintah mencabut SIUPP dengan alasan media Prioritas tidak memenuhi kode etik jurnalistik.

Namun hal tersebut tak membuatnya berkecil hati. Bekerja sama dengan rekannya Drs. T. Yously Syah,   pada tahun 1989 Surya lantas menghidupkan kembali surat kabar harian Media Indonesia.

Beliau melakukan pembaharuan terhadap logo dan cara penyajian berita Media Indonesia yang dibuatnya mirip dengan media Prioritas. Ia memutuskan berani bersaing dengan sejumlah media cetak lain yang telah berpengalaman lebih dulu seperti Pos Kota dan Kompas.

Berkat kegigihannya itu kemudian ia berhasil membangun Media Indonesia menjadi salah satu surat kabar harian terbesar di Indonesia. Kesuksesannya inilah yang kemudian mendorongnya untuk mendirikan stasiun televisi dengan konten berita dibawah naungan Media Group yang dinamakannya Metro TV. 

Kesuksesan yang telah dicapainya ini tak membuatnya lupa akan tekadnya yang kental terhadap dunia organisasi dan politik. Surya Paloh kemudian terjun ke politik dan terpilih menjadi anggota DPR. Selanjutnya bersama Sri Sultan Hamengkubuwono X, Surya Paloh mendirikan partai Nasional Demokrat (NasDem).

Profil Susi Pudjiastuti, Tamatan SMP Yang Sukses Bisnis Perikanan & Penerbangan Serta Menjadi Menteri

Profil Susi Pudjiastuti - Pendidikan mungkin mahal harganya di tanah air ini. Inilah yang menjadi sebab sebagian kalangan masyarakat menengah ke bawah terpaksa putus sekolah dan tidak melanjutkan pendidikan sampai jenjang berikutnya.

Namun terlahir miskin bukanlah kesalahan, tetapi meninggal dalam keadaan miskin itulah yang menjadi kesalahan besar. Ungkapan itulah yang setidaknya mampu memicu semangat orang-orang putus sekolah agar tetap giat bekerja demi mencapai cita. Mungkin pemikiran seperti inilah yang juga mengantarkan seorang Susi Pudjiastuti pada pintu gerbang kesuksesan. Lalu siapakah sosok Susi Pudjiastuti yang kini menjadi menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan RI?

Profil Susi Pudjiastuti

Profil Susi Pudjiastuti

Susi Pudjiastuti lahir di Pangandaran pada tanggal 15 Januari 1965.  Ia hanyalah sosok anak perempuan biasa yang terlahir dari keluarga biasa. Ayahnya H. Ahmad Karlan dan Ibunya Hj. Suwuh Lasminah adalah saudagar pemasok sapi di provinsi Jawa Barat.

Susi muda tumbuh menjadi gadis biasa saja. Usai tamat SMP, ia lantas melanjutkan pendidikan SMA di Jawa Tengah. Namun ketika memasuki tahun kedua SMA, beliau memutuskan berhenti sekolah. Ia memilih kembali ke Pangandaran dan mencoba peruntungan bisnis pakaian.

Namun karena melihat potensi Pangandaran sebagai kawasan penghasil ikan, kemudian Susi beralih dari bisnis pakaiannya dan mulai melirik bisnis ikan. Bermodalkan Rp 750 ribu hasil menjual perhiasannya, dia kemudian memulai bisnis perikanan.

Susi Pudjiastuti Memulai Bisnis Perikanan

Diawal bisnis Susi hanya membeli ikan di tempat pelelangan lalu menjualnya ke beberapa restoran rumah makan di sekitar Jawa Barat. Baru setahun menjalankan bisnis, ia kemudian mampu menguasai pasar pelelangan ikan di Pangandaran. Ia pun lantas meluaskan jangkauan pasar bisnisnya dengan memasarkan ikan ke sejumlah restoran dan rumah makan di Jakarta serta mengekspornya ke luar negeri. Karena ketika itu permintaan udang lobster luar negeri sangatlah besar, kemudian ia fokus berupaya mencari lobster ke berbagai daerah di Indonesia.

Permintaan lobster yang kian hari makin meningkat ini ternyata mendatangkan permasalahan baru bagi bisnisnya. Stok lobsternya yg melimpah justru terhambat oleh masalah pengiriman kepada pemesan dikarenakan armada transportasi yang tidak memadai, dimana pengiriman ikan via jalur udara harus terpenuhi. Karena jika memilih pengiriman melalui jalur laut atau darat akan mengakibatkan kualitas lobster menjadi tidak segar saat sampai ke tangan konsumen. Dari sinilah muncul ide Susi untuk membeli sebuah pesawat guna memenuhi kebutuhan armada transportasi. Idenya ini juga didukung penuh oleh sang suami, Christian von Strombeck yang merupakan seorang pilot.

Meski pengajuan pinjaman dana ke bank sempat ditolak pada tahun 2000, namun akhirnya pada 2005 ia berhasil memperoleh suntikan pinjaman dana dari bank sejumlah Rp 47 milyar. Dana ini kemudian ia gunakan untuk membeli dua pesawat Cessna serta membuat landasan udara. 

Susi Pudjiastuti Memulai Bisnis Maskapai Penerbangan Susi Air

Nah, ketika terjadi bencana Tsunami di Aceh pada 26 Desember 2004, Susi tergerak untuk menolong para korban dengan datang ke Aceh untuk menyebarkan bantuan melalui jalur udara dan memberikan jasa pengangkutan gratis dengan pesawat selama 2 minggu. Namun tak disangka setelah 2 minggu, ternyata beberapa organisasi kemanusiaan luar negeri memintanya untuk bersedia menyewakan pesawat. Dan dari sinilah awal mula bisnis penerbangan Susi Air.

Dan hingga sekarang maskapai penerbangan Susi Air terus mengudara dibawah naungan PT ASI Pujiastuti Aviation, dengan memiliki sekitar lebih dari 50 armada penerbangan. Susi Air menyediakan jasa pengangkutan dan pengiriman barang ke seluruh dunia dengan penerbangan berjadwal dan charter.

Susi Pudjiastuti Menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan RI

Sepak terjang dan pengalamannya dalam bidang perikanan dan kelautan kemudian membuat Presiden Indonesia ke-7 periode 2014-2019, Ir. Joko Widodo memilih Ibu Susi sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan RI.

Profil Susi Pudjiastuti

27 July, 2015

Sandiago Uno Serahkan Saratoga ke Cucu Pendiri Astra

Sandiaga Salahuddin Uno
 Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Saratoga Investama Sedaya, Tbk telah berlangsung dan menghasilkan keputusan penting yaitu menyetujui pengunduran diri Sandiaga Uno sebagai President Director, dan mengangkat Michael Soeryadjaya sebagai penggantinya.


Michael Soeryadjaya merupakan anak putra dari Edwin Soeryadjaya atau bisa dibilang cucu dari pendiri Astra International, William Soeryadjaya. Seperti yang sudah diketahui bahwa Sandiaga Uno dan Edwin Soeryadjaya merupakan pemegang saham utama PT. Saratoga.

Sosok Kepemimpinan Michael Soeryadjaya

Sandi berpendapat bahwa Michael memiliki intuisi bisnis yang tajam dan sangat konservatif, sehingga sangat tepat untuk Saratoga sebagai perusahaan yang membidangi investasi. Sandi mengaku bahwa ia memang sudah mempersiapkan dengan baik Michael sebagai pewaris pucuk pimpinan penggantinya, karena menurutnya salah satu kunci kesuksesan CEO yaitu menyiapkan pengganti.

Dibawah era baru kepemimpinan Michael Soeryadjaya, Saratoga kini siap memperkuat posisinya sebagai perusahaan investasi dan mengoptimal nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

Sandiago Uno Serahkan Saratoga ke Michael Soeryadjaya
Michael Soeryadjaya

Sandiago Uno ingin fokus berpolitik di Gerindra

Untuk diketahui bahwa Sandi Uno telah melepas berbagai jabatan di beberapa perusahaannya, dikarenakan ia ingin fokus mengemban tugas dan amanah barunya sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra dibawah kepemimpinan Prabowo Subianto.

Seperti yang juga kita ketahui bahwa Sandi mengenal dekat sosok Prabowo setelah beberapa kali bekerjasama sebagai konsultan di beberapa proyek Prabowo dahulu. Sampai pada akhirnya Sandi menjadi Juru kampanye Prabowo Subianto - Hatta Rajasa pada Pemilihan Presiden lalu.

24 May, 2015

Sandiaga Uno, Pengusaha Muda Sukses Terkaya di Indonesia

Sandiago Uno atau bernama lengkap Sandiaga Salahudin Uno, ia adalah seorang pengusaha sukses asal Indonesia. Pria yang lahir pada 28 Juni 1969 di Rumbai, Pekanbaru, ini sering dijumpai pada acara seminar kewirausahaan (entrepreneurship) sebagai pembicara atau narasumber.

Sandiaga Uno, Pengusaha Muda Sukses Terkaya di Indonesia

Pendidikan Sandiago Uno

Sandi Uno merupakan lulusan The Wichita State University, Amerika Serikat, jurusan Bachelor of Business Administration pada tahun 1990. Kemudian pada tahun yang sama setelah lulus ia berkarier sebagai karyawan Bank Summa.

Hingga pada dua tahun kemudian ia mendapatkan beasiswa di The George Washington University, Washington, Amerika Serikat dengan jurusan Master of Business Administration. Disana beliau berhasil lulus dengan IPK 4,00.

Bisnis dan Perusahaan Sandiago Uno

Kemudian, pada tahun 1993 dan 1995 ia bekerja di Seapower Asia Investment Limited di Singapura sebagai manajer investasi dan NTI Resources Ltd di Kanada sebagai Vice President.

Namun, krisis moneter 1997 menyebabkan perusahaan tersebut jatuh bangkrut. Sandi pun menjadi seorang pengangguran baru dan pulang ke Indonesia. Ia mengubah cara pandangnya untuk menjadi seorang pengusaha.

Pada tahun 1997, bersama rekannya ia mendirikan PT Recapital Advisors yang berkonsentrasi di bidang penasihat keuangan. Kemudian dilanjutkan dengan mendirikan PT Saratoga Investama Sedaya yang membidangi investasi pada pertambangan dan produk kehutanan. Ia sukses menjalankan bisnis tersebut dan berhasil mengambil alih 12 perusahaan lain yang dibawahi PT Saratoga.

Prestasi dan Penghargaan Sandi Uno

Pada tahun 2005 ia dipilih menjadi Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) . Ia juga aktif di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) sebagai ketua komite tetap bidang usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sejak tahun 2004.

Berkat usahanya, pada tahun 2007, Sandi Uno dinobatkan sebagai orang terkaya ke-122 di Indonesia versi Asia Globe dengan total nilai kekayaan mencapai 80 juta dollar AS. Dan pada 2008, Globe Asia kembali mencatatkan namanya sebagai orang terkaya ke-63 di Indonesia dengan total aset mencapai 245 juta dollar AS. Kemudian pada 2009 ia kembali dinobatkan sebagai orang terkaya ke-29 di Indonesia versi majalah Forbes dengan total aset sebesar US$ 400 juta.
Sementara itu pada 2008, ia dianugerahkan sebagai "Indonesian Entrepreneur of the Year" pada ajang Anterprise Asia.

Kesuksesan Sandi Uno

Sandi Uno menyatakan bahwa seseorang yang hidup harus punya target. Tanpa target, kesuksesan menjadi sulit terwujud. Seseorang tersebut harus berani dan optimis dalam merealisasikan pencapaian targetnya. Selain itu, mau bekerja keras dan dapat menjaga jaringan relasi yang luas merupakan faktor penting sebagai pendukung.

Strategi penting untuk meraih keberhasilan adalah mempelajari apa yang telah dilakukan oleh orang-orang yang telah berhasil meraih sukses. Belajar dari pengalaman mereka sampai mampu meraih kesuksesan seperti mereka.

Baginya, kegagalan merupakan keniscayaan. Ia meyakini bahwa kegigihan adalah kunci menuju suksesnya. Belajar dari kegagalan akan mengantarkan seseorang pada keberhasilan yang hakiki.

Artikel terkait lainnya : Bahlil Lahadalia, Pengusaha Muda Sukses di Indonesia Dari HIPMI

Kesuksesan tersebut bisa diraih jika seseorang memiliki kompetensi, kapasitas dan kapabilitas. Ia harus memiliki karakter, komitmen dan integritas tinggi. Sandi menegaskan bahwa untuk sukses seseorang harus pandai membaca peluang yang ada sehingga dapat melakuan inovasi yang akan selalu tanggap terhadap perubahan. Menurutnya, akan lebih baik jika menjadi seseorang role model yang menginspirasi.  Sandiago Uno, Pengusaha Sukses & Kaya

08 March, 2015

Bahlil Lahadalia, Pengusaha Muda Sukses di Indonesia Dari HIPMI

Bahlil Lahadalia, Pengusaha Muda Sukses di Indonesia Dari HIPMI

Bahlil Lahadalia, ia merupakan seorang anak tukang kuli cuci yang sukses menjadi pengusaha muda di Indonesia. Bagaimana tidak, pada usia 36 tahun, kini anak yang sudah dewasa tersebut mampu mengepalai sebuah perusahaan Nasional besar dalam bidang pertambangan di papua.

Kini Bahlil mencatatkan namanya menjadi Pengusaha Nomor 1 di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Lalu siapakah Bahlil Lahadalia ini sebenarnya? Berikut ulasannya.

Kisah hidup Bahlil

Lahir dari keluarga sederhana di Fak-fak, Papua, tidak membuat langkah Bahlil menyerah untuk menjadi orang yang sukses. Ayah Bahlil hanyalah seorang kuli bangunan, juga dengan Ibunya yang menjadi kuli tukang cuci di kampungnya.

Melihat keadaan yang tak sesuai dengan harapan itu, membuat Bahlil tak pernah henti untuk bekerja keras. Ia pun mulai membantu orangtuanya dengan menjual kue dari satu rumah ke rumah lain. Masa kecil yang penuh keterbatasan ini membuatnya tumbuh menjadi pribadi yang  mandiri dan tangguh.

Pendidikan Bahlil

Meski berasal dari keluarga miskin yang serba berkecukupan tidak membuat Bahlil menyerah untuk meraih pendidikan seperti remaja lainnya. Bahlil muda pernah menjadi kondektur angkot dan loper koran ketika SMP dan SMA guna mencukupi biaya sekolahnya. Namun, ditengah keterbatasan tersebut Bahlil tetap menunjukan prestasi Akademiknya, bahkan ia dipercaya teman-temannya untuk menjadi Ketua Osis.

Berkat kegigihannya, dia pun mampu meneruskan pendidikannya ke bangku kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Mumbai, Jayapura. Saat kuliah, Bahlil juga harus mencari tambahan uang untuk biaya kuliahnya dengan memberikan jasa pendorong gerobak kepada para pembeli di pasar.

Bahlil Aktif Berorganisasi

Semasa di bangku kuliah Bahlil turut aktif berorganisasi, ia menjadi pengurus senat mahasiswa hingga bergabung di organisasi mahasiswa tingkat Nasional, yakni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), yang membawannya menduduki posisi puncak sebagai Bendahara Umum Pengurus Besar HMI tingkat nasional.

Usai menyelesaikan studi S1 nya, ia kemudian melanjutkan studi S2 nya di Universitas Cenderawasih, Papua.

Pekerjaan Bahlil 

Sebelum menjadi pengusaha, Bahlil sempat bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan swastra yang membidangi Konsultan Keuangan, di Papua. Hingga pada kemudian ia mulai melirik bisnis, bersama  teman-temannya ia mendirikan sebuah perusahaan kontraktor. Bisnis ini berawal dari modal hasil tabungan dan bantuan dari teman-temannya. Hingga akhirnya sedikit demi sedikit ia mulai merasakan hasil jerih payahnya, dengan pertumbuhan perusahaannya yang terus berkembang saat itu. Maka tak salah jika keputusannya keluar sebagai karyawan swasta bergaji tinggi justru membawa kesuksesan tersendiri untuk Bahlil.

Bahlil dengan HIPMI

Pada tahun 2003, Bahlil bergabung dengan organisasi yang mewadahi pengusaha-pengusaha muda di Indonesia, yakni Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Dia memulai dengan menjadi pengurus cabang atau tingkat kota, berlanjut dipilih menjadi Ketua HIPMI tingkat daerah Papua. Lalu dilanjutkan dengan menempati posisi strategis di HIPMI tingkat nasional sebagai Ketua Bidang Infrastruktur dan Properti. 
Sampai pada puncaknya pada tahun 2015 ini ia terpilih menjadi Ketua HIPMI tingkat nasional, setelah menyisihkan banyak pesaing. Pada saat inilah yang membuat namanya mulai dikenal masyarakat banyak.

Perusahaan-perusahaan Bahlil

Sumber daya alam yang begitu melimpah di tanah Papua membuatnya makin bersemangat untuk mengelolanya dengan baik.  Saat ini, Bahlil memiliki bisnis di bidang infrastruktur, pertambangan nikel dan emas. Tercatat bahwa ia memiliki 10 perusahaan di berbagai bidang dibawah bendera PT Rifa Caiptal sebagai holding company.

Kiat-kiat khusus ala Bahlil

Untuk menjadi pengusaha tangguh, Bahlil memberikan kiat-kiat khusus kepada para pengusaha muda saat ini, pertama ialah keyakinan dan mimpi. Kedua, yaitu perkuat jaringan atau networking. Ketiga, pesannya yakni jangan mudah menyerah dan putus asa. Menurutnya, kegagalan merupakan pelajaran yang penting. Dan keempat adalah agar menjaga sikap dan etika. Maka dengan melewati keempat proses tersebut, ia yakin akan lahir pengusaha yang tangguh.